Home Tentang Kami Komtribusi Komspiratif Instagram Our Videos
image1 image2 image3

WELCOME TO 'CHANNEL11.COMM'|HIMANIKA BERSAMA|'FISIP - UNIVERSITAS BRAWIJAYA'

Crisis Centre Advokasi HIMANIKA

Pendaftaran ulang mahasiswa Universitas Brawijaya berlangsung pada tanggal 2-6 Februari 2015, termasuk juga bagi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Selama lima hari, mahasiswa dianjurkan untuk mengumpulkan berkas-berkas terakit dengan rencana pengambilan mata kuliah pada semester genap. Beberapa berkas diantaranya ialah Kartu Hasil Studi (KHS), yakni hasil studi mahasiswa pada semester sebelumnya; Kartu Rencana Studi (KRS), yakni rancangan pengambilan mata kuliah pada semester selanjutnya; Blanko KRS yang hampir sama dengan KRS, bedanya pada lembar ini mahasiswa juga akan menyantumkan kelas pada mata kuliah yang diambil; dan Blanko Biodata Mahasiswa. Seperti KRS sebelumnya, mahasiswa akan mengumpulkan berkas-berkas tersebut kepada dosen pembimbing akademik, pihak akademik, pihak jurusan, dan sebagai dokumen pribadi. Mahasiswa juga dianjurkan menyertakan amplop yang berisikan KHS dan KRS yang akan ditujukan kepada orang tua mahasiswa.
            
Di setiap pergantian semester pasti akan membuat mahasiswa bolak-balik ke kampus. Sebagai himpunan yang akan menyampaikan informasi untuk seluruh mahasiswa, HIMANIKA membuka stan untuk Crisis Centre, yang berada di depan ruang dosen Ilmu Komunikasi, Lantai 3 Gedung Prof. Ir. Darsono. Crisis Centre dibuka dari hari pertama sampai hari terakhir masa KRS pada jam kerja, yakni pukul 09.00-15.00 WIB. Crisis Centre ini ditujukan untuk memudahkan mahasiswa dalam menangani masalah yang berhubungan dengan KRS, diantaranya jadwal kelas yang ternyata bentrok, kelas penuh, dan juga seperti yang telah diberitahukan satu minggu sebelum KRS berlangsung, yakni alur penurunan atau penundaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pengurus divisi Advokasi, diantaranya Qonita, Severa, dan Pitaloka, akan membantu mahasiswa agar KRS dapat terselesaikan. Mereka menyampaikan, bahwa meskipun informasi seputar KRS telah diberitahukan melalui media sosial, saat pelaksanaannya mahasiswa sering kebingungan dan mengabaikan infromasi yang disampaikan. Oleh karena itu, HIMANIKA perlu untuk membuka Crisis Centre.
            
Pada semester ini, terjadi beberapa perbedaan yang dilakukan oleh pihak akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yakni memperbaiki sistem dengan mengurangi jumlah kuota kelas. Pada semester-semester sebelumnya, jumlah kuota per kelas sebanyak 55-60 mahasiswa, namun kuota per kelas saat ini hanya 40 mahasiswa. Hal ini yang banyak dikeluhkan oleh mahasiswa karena banyak dari mereka yang tidak mendapatkan kelas. Semestinya dengan pengurangan jumlah kuota diimbangi juga dengan penambahan jumlah kelas yang dibuka. Sehingga mahasiswa tidak kehabisan kelas dan jika akan merubah jadwal, jadwal mahasiswa tidak bentrok.

Saat dibukanya stan Crisis Centre, mahasiswa terlihat begitu antusias karena mereka merasa dimudahkan. Segala informasi mereka dapat melalui stan Crisis Centre. Namun di sisi lain, mahasiswa menjadi ketergantungan akan terus bertanya padahal sebelumnya telah diinformasikan melalui media sosial dan beberapa infromasi juga telah ditempel pada papan depan ruang dosen. Disamping kendala-kendala yang dihadapi, sampai hari terakhir proses KRS terbilang lancer. (al)

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment