image1 image2 image3

WELCOME TO 'CHANNEL11.COMM'|HIMANIKA BERSAMA|'FISIP - UNIVERSITAS BRAWIJAYA'

Masalah di balik Mata Kuliah

MALANG– Manajemen Tim Kreatif merupakan salah satu mata kuliah yang dapatdiambil oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya pada semester 6. Tujuandari  mata  kuliah  ini  adalah  menjadi  salah  satu  wadah  untuk mengembangkan  kreativitasmahasiswa dalam hal membuat sebuah event di luar kampus.Di balik tujuan yang mulia itu ternyata tidak terlepas dari masalah. “Memang banyakkendalanya, mas. Anak – anak sering ke sini untuk konsultasi. Ada yang dananya kurang,belum dapat sponsor,  dan masih banyak lagi,”  ujar Bambang Dwi Prasetyo selaku KetuaJurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Terkait masalah pemutihan absen pihaknyamengaku sudah memberikan laporan kepada bagian akademik untuk diproses. “Saya sudahmelaporkan masalah ini kepada pihak akademik. Kami sudah membantu semampu kami. Tapipada dasarnya pemutihan absen itu ndak ada, mas. Menurut aturan yang ada sudah jelas kok.Ijin tidak bisa mengikuti mata kuliah itu  cuma ada 2, yaitu karena sakit, itu pun harus adasurat dari dokter dan hanya berlaku selama 3 hari. Dan yang satu lagi ijin karena menjadiutusan  jurusan,  fakultas,  ataupun  universitas  untuk  mengikuti  lomba  atau  acara  yangdiselenggarakan  di  luar  kampus,”  tambahnya.  Pihaknya  tidak   bisa  memastikan  apakahmahasiswa yang absen karena mengerjakan tugas mata kuliah Manajemen Tim Kreatif ataukarena alasan yang lain. “Kita tidak bisa memastikan apakah mahasiswa benar – benar absenkarena  ngurusi MTK (Manajemen Tim Kreatif) atau karena yang lainnya. Informasi yangmasuk hanya berupa daftar nama yang mengambil mata kuliah MTK ini. Ada juga mahasiswayang  bilang ke saya supaya harus ada keadilan dalam menyikapi  protes mahasiswa yangabsen di mata kuliah yang lain. Bisa saja absennya bukan karena MTK tapi karena alasanyang lain,” lanjutnya.Pihaknya menekankan bahwa selama ini belum ada masalah yang timbul karena matakuliah ini. “Ya baru kali ini, mas. Sebelum – sebelumnya belum pernah ada masalah sepertiini,” ujarnya.  Pihaknya beranggapan bahwa adanya salah persepsi di  kalangan mahasiswaterhadap apa yang sudah disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut. “Dosennyakan sudah bilang kalo mata kuliah ini adalah mata kuliah ‘hore’ bukan mata kuliah ‘hura –hura’. Artinya mahasiswa diajak untuk bersenang – senang namun tidak lupa juga terhadaptanggung  jawabnya  sebagai  mahasiswa.”  Pihaknya  juga  beranggapan  bahwa  apa  yangdisampaikan  oleh  dosen  pengampu mata  kuliah  ini  bukanlah  merupakan  sebuah  tekanankepada  mahasiswa  tetapi  merupakan  sebuah  bentuk  untuk  memotivasi  mereka  agar  bisamenciptakan event yang lebih bagus, yang lebih besar, yang belum pernah ada sebelumnya.“Tujuan sebenarnya itu untuk memotivasi kok, nggak ada maksud untuk memberikan tekananke mahasiswa. Salah persepsi  aja anak – anak itu. Saya kira  cuma beberapa kelompok  ajayang bermasalah,  lainnya  nggak ada  masalah  apa  – apa  kok.  Buktinya ada yang  surplusbanyak  kemarin.  Intinya,  dosen  itu  menginginkan  supaya  para  mahasiswa  bisamengembangkan  kreativitasnya.  Tidak  ada  niat  untuk  menjatuhkan  ataupun  memberikantekanan, murni hanya untuk memotivasi mereka,” tambahnya. Sampai  berita  ini  diturunkan  belum ada  lagi  protes  dari  pihak  mahasiswa  terkaitpemblokiran terhadap absen mata kuliah mereka. “Belum yang melapor ke saya lagi, mas.Yang jelas  apa  yang  menjadi  keluhan  mahasiswa  sudah  kami  tampung  dan  laporkan  kebagian  akademik,”  ujarnya.  Terkait  masa  depan  mata  kuliah  ini,  pihaknya  berharap  agarmasalah seperti ini tidak terulang kembali. “Saya berharap ke depannya tidak seperti ini lagi.Sederhana  aja,  dosen  ingin  supaya  mahasiswa  bersenang  –  senang  dan  menikmati  matakuliah ini tanpa melupakan tanggung jawabnya di mata kuliah yang lain. Tidak perlu danayang besar sebenarnya. Bagian yang terpenting adalah mahasiswa mampu menyalurkan idedan kreativitasnya ke dalam bentuk sebuah event meskipun hanya dengan dana yang sedikit,”tutupnya. (gap) 

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment