image1 image2 image3

WELCOME TO 'CHANNEL11.COMM'|HIMANIKA BERSAMA|'FISIP - UNIVERSITAS BRAWIJAYA'

Polemik Jadwal Pelaksanaan UAS

Ujian Tengah Semester (UTS) usai. Satu beban di semester genap ini telah berhasil terlewati. Namun, bukan berarti kita memiliki waktu untuk berleha-leha. UAS sudah menanti kita di depan mata. Tidak hanya soal sensasi pelaksanaan UAS yang menjadi keresahan kita dewasa ini. Lebih dari itu, yang menjadi keresahan utama kita adalah waktu pelaksanaan UAS tersebut.
Jadwal UAS yang tercatat dalam kalender akademik, dirasa kurang sesuai karena berbenturan dengan Hari Raya Idul Fitri yang menjadi salah satu acara penting bagi umat muslim khususnya. Terlebih  lagi bagi mahasiswa yang berasal dari luar Malang yang harus menentukan jadwal pulang mereka jauh-jauh hari dengan ongkos yang tidak sedikit tentunya.
Selain itu konsekuensi yang harus diiterima oleh mahasiswa dari jadwal UAS yang dilaksanakan H+7 idul fitri tersebut adalah salah satunya mahasiswa luar malang harus bolak-balik ke Malang dengan tiket semua kendaran yang masih mahal serta kemacetan karena arus balik bagi pengguna kendaraan darat, untuk mengikuti UAS. Lalu, kembali lagi ke kampong halaman untuk libur semester. Konsekuensi ini yang dirasa berat oleh mahasiswa pada umumya, dengan alasan paling dominan adalah masalah biaya. Oleh karena itu, problematika mengenai jadwal pelaksanaan UAS dianggap krusial untuk segera diatasi.
Langkah yang kemudian diambil oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Brawijaya (UB).yaitu dengan membagikan kuesioner online yang diinfokan via official account (OA) DPM UB yang  berisi voting beserta alasan mengenai jadwal UAS akan dilaksanakan setelah atau sebelum idul fitri.
Dari hasil kuesioner,tercatat 9.151 responden berpartisipasi didalamnya. Aspirasi dari mahasiswa itu lalu diserahkan kepada Wakil Rektor (WR) I UB dan dijadikan bahan pertimbangan dalam rapat WR I dan Wakil Dekan Bidang Akademik se-UB yang menghasilkan satu keputusan yaitu UAS semester genap 2017 resmi di majukan menjadi sebelum Idul Fitri dan minggu tenang ditiadakan.
Dengan diubahnya jadwal pelaksanaan UAS menjadi sebelum lebaran ini, maka akan mengefisiensikan pengeluaran materi dari tiap mahasiswa. Mahasiswa luar Malang tidak perlu bolak-balik ke Malang,serta dapat beristirahat di kampung halaman tanpa memikirkan beban UAS sembari menunggu jadwal semester berikutnya. Mengenai minggu tenang yang biasanya terjadwal satu minggu sebelum pelaksanaan UAS , kini ditiadakan karena jadwal  yang seharusnya untuk pelaksanaan minggu tenang, diubah menjadi jadwal pelaksanaan UAS.
Disamping keefektivan dimajukannya jadwal pelaksanaan UAS, ternyata masih juga menimbulkan dampak kurang baik bagi beberapa mahasiswa. Polemik UAS tetap terjadi.
Plusnya kita gak bolak-balik, tapi dengan UAS dipercepat, kasian juga nanti baru H-3 lebaran baru pulang.“ ujar Dinia Insana ketua Himpunan Ilmu Komunikasi UB. ,
“Sebagai anak rantau gak memungkinkan untuk ngerasain puasa bersama keluarga, karena UAS selesai mepet lebaran.” tambah Aniki salah satu mahasiswa ilmu komunikasi asal Bekasi ini.

Tidak berhenti sampai disitu, dengan jadwal UAS yang mendekati hari raya tersebut, secara otomatis harga tiket untuk kembali ke kamung halaman naik dan harus berebut karena bertepatan dengan arus mudik. Terlebih lagi,tiket yang telah dipesan jauh-jauh hari terpaksa harus dibatalkan dan harus reschedule untuk pemesanan tiket kembali.
            Polemik UAS tidak hanya terjadi pada mahasiswa ilmu komunikasi saja, salah satu mahasiswa dari  fakultas kedokteran ,  Anis, mengemukakan bahwa jadwal praktikum serta tugas akhir harus dikebut agar sebelum UAS semua sudah terlaksana.

            Sebuah keputusan yang diambil , meski dirasa sudah terbaik, tetap saja akan tetap memiliki dampak negatif .Termasuk dimajukannya pelaksanaan UAS ini. Jadi, bijak-bijaklah dalam mengambil sisi positif  dari sebuah keputusan yang telah disepakati. [Rey]

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment