image1 image2 image3

WELCOME TO 'CHANNEL11.COMM'|HIMANIKA BERSAMA|'FISIP - UNIVERSITAS BRAWIJAYA'

Pemuda Pelindung Jati Diri Bangsa



Hampir setiap tahun kita memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Setiap tahun pula kita mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Jika pemuda zaman dahulu berjuang melawan penjajah, pemuda zaman sekarang mempunyai tugas yang tidak kalah pentingnya, yaitu meneruskan apa yang sudah diraih sesuai dengan cita-cita para pendahulu. Nah, hal tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai cara, entah dengan prestasi, maupun ikut membantu membangun bangsa layaknya para pahlawan namun di era sekarang.

Menurut Arista yang merupakan Duta Bahasa Nasional, “pahlawan era sekarang adalah seseorang yang peka dengan lingkungan sekitarnya dan bisa memberi dampak positif terhadap lingkungan sekitar.” Menurutnya yang terpenting adalah mengutamakan kepentingan bersama, bukan mendahulukan kepentingan pribadi.  Hal senada juga diungkapan oleh Allan yang merupakan Mawapres Utama Ilmu Komunikasi. Menurutnya pahlawan itu ialah orang yang rela mengorbankan segala sesuatunya akan tetapi tidak berorientasi pada hal-hal tertentu seperti materi, melainkan kesejahteraan orang lain.

Banyak cara yang dapat dilakukan pemuda zaman sekarang untuk membanggakan nama Indonesia, tidak hanya melalui prestasi, akan tetapi dengan meningkatkan segala kelebihan kita dan tetap mengacu pada hal-hal yang telah diwariskan para pendiri bangsa, karena pada dasarnya setiap individu memiliki keunikan masing-masing yang timbul dari kemajemukan bangsa Indonesia. 

“Pemuda Indonesia saat ini sedang krisis moral serta jati diri, mereka kehilangan identitasnya sebagai pemuda Indonesia, moral mereka seakan hilang tergerus perkembangan zaman” ungkap Allan. Ia berharap bahwa pemuda Indonesia bisa kembali pada cita-cita para pendahulu, dengan tetap memegang teguh norma-norma yang ada. Arista menambahkan, “bangga dulu deh kamu jadi orang indonesia bangga dulu dengan jati dirimu serta tumbuhkan rasa peka terhadap lingkungan sekitar kita”. (bim/arl)

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment