image1 image2 image3

WELCOME TO 'CHANNEL11.COMM'|HIMANIKA BERSAMA|'FISIP - UNIVERSITAS BRAWIJAYA'

Bangun Rasa Nasionalisme? Cintai Indonesia!

Sumpah pemuda melukiskan semangat perjuangan pemuda - pemudi Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Hari bersejarah yang jatuh pada tanggal 28 Oktober tersebut sudah sepantasnya selalu melekat pada benak para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Sosok representasi pemuda bangsa saat ini siapa lagi jika bukan mahasiswa.

Saat ini mahasiswa memiliki cara tersendiri dalam memaknai dan menyikapi sumpah pemuda, salah satunya dengan mengaplikasikan isi-isi dari sumpah pemuda yaitu seperti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menjaga kebudayaan Indonesia. “mahasiswa itu heterogen dan berasal dari suku dan daerah yang berbeda memang tak ada salahnya kita menggunakan bahasa daerah masing-masing, namun ada baiknya saat kita bercengkrama dan berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa indonesia adalah bahasa yang paling tepat dipakai” Ujar Fajar Surya, Ketua BEM FISIP UB. 

Tak sedikit dari Mahasiswa juga telah menarapkan nilai-nilai dasar ideologi Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut merupakan hal yang sering dianggap remeh oleh kebanyakan orang tetapi menjadi penting karena berdampak pada perilaku-perilaku lainnya. Nilai-nilai dasar dari ideologi juga merupakan karakteristik yang menggambarkan ciri khas masyarakat Indonesia yang harus selalu kita pegang teguh dan lestarikan eksistensinya.

Tetapi banyak juga yang menganggap hari peringatan sumpah pemuda hanya sebagi angin lalu. Pengaruh dari kebudayaan barat menjadi salah satu faktor yang membuat turunnya rasa nasionalisme. Hal ini tak dapat dielakan bagaimana generasi muda lebih cenderung berkiblat pada budaya asing dibanding budaya sendiri. Kita tak terlalu menggubris budaya yang kita miliki dan terlalu inferior dengan budaya asing. 

Hal ini selaras dengan pemikiran Dewanto Putra Fajar, salah satu Dosen Ilmu Komunikasi “Kalau dari negara kita sendiri tidak percaya berarti kita dilecehkan dengan produk produk asing. Apalagi masyarakat sekarang banyak yg bangga akan merek bukan yg membuatnya. Faktanya kita masih di jajah secara ideologi,budaya,dan lain-lain sifatnya keduniawian itu tadi.”

Kebebasan beropini merupakan salah satu bentuk nyata dari cerminan sumpah pemuda yang sering dilakukan oleh Mahasiswa. Kontribusi nyata pemuda melalui suara dan pendapatnya jelas dibutuhkan negri ini untuk menuju kearah perubahan yang lebih baik. Hal ini sudah dimulai dari orasi-orasi propaganda yang dilakukan para pemuda saat masa penjajahan dan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman secara dinamis.

Mahasiswa di zaman teknologi, sering kali menggunakan media sosial sebagai sarana untuk penyampaian aspirasi. Media sosial dianggap sebagai sebuah sarana yang bebas sehingga Mahasiswa dapat mengutarakan suaranya secara gamblang disana. Hal ini jelas tak menjadi masalah apabila disandingkan sejajar dengan etika dan norma di masyarakat serta tak memicu hal-hal yang bersifat provokatif.

“Silahkan kita mengeluarkan pendapat apa yang kita pikirkan di media sosial tapi harapannya kita bisa memfilter. Kita bisa sekiranya mengia-ngira apa yang sepantasnya kita tulis dan kita posting. Apalagi sekarang ada UU ITE itu juga sebagai pengingat kita untuk tetap menaati etika dan peraturan” Jelas Fajar surya. (cfa/zhr/al/dym)

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment