Home Tentang Kami Berita Feature Komtribusi Komspiratif E-Bulletin Advo Info Instagram Our Videos
image1 image2 image3

SELAMAT DATANG DI CHANNEL11.COMM|LAMAN RESMI HIMANIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA|KABINET KOLABORASI

Dilema Mahasiswa Review Jurnal



MALANG, Channel11.COMM“Jangan lupa kumpulin review jurnal jam sembilan pagi, ya.”

Coba diingat, minggu ini sudah berapa kali kamu dengar kalimat itu? Yup, salah satu tugas mahasiswa yang sering ditemui adalah review jurnal. Sebagai salah satu sumber literatur dalam perkuliahan, jurnal sudah seperti makanan sehari-hari. Seperti apa sih, review jurnal itu?

Review jurnal merupakan suatu kegiatan yang mengharuskan mahasiswa untuk membaca jurnal secara menyeluruh dan mengulas jurnal tersebut. Jurnal yang diberikan bisa tentang berbagai macam mata kuliah tergantung dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Akan ada beberapa pilihan yang hadir ketika kita dihadapi dengan tugas review jurnal: apakah jurnalnya dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, atau apakah review harus dibuat dengan tulis tangan atau diketik.

It can be easy-peazy-lemon-squeezy, terlebih ketika isi jurnalnya menarik dan mudah dipahami. Di sisi lain, review jurnal bisa menjadi salah satu tugas terberat yang harus dilakukan. Apalagi ketika diberikan hanya dalam jangka waktu satu hari dari hari dikumpulkan. Duh, mepet deadline banget! Hubungan mahasiswa dengan tugas review jurnal bagaikan love-hate relationship, ada suka dan dukanya.

“Dibilang suka banget sih, ya nggak juga. Apalagi semester ini banyak review jurnal yang harus ditulis tangan dan jurnalnya minimal 20 halaman dan full bahasa Inggris semua,” cerita Fakhirah, Communite 2017. “Tapi jujur aja sih, aku lebih mending dikasih jurnal H-1 deadline dibandingkan dikasih banyak jurnal dengan waktu yang lebih lama.”

Nyatanya, nggak hanya Fakhirah yang punya pendapat demikian. Annisa Maulida, Communite 2017, juga memberikan pandangan yang serupa lho. “Suka nggak suka sih, sama review jurnal. Soalnya kita jadi bisa ngerti materinya lebih dalam. Kalau dapat jurnal dalam bahasa Inggris, kadang kalau lagi 
mager, aku suka pakai translator hehe,” aku cewek yang akrab disapa Lily ini.

Manfaat yang diperoleh dari tugas review jurnal nggak sedikit, mulai dari bisa memahami materi lebih dalam hingga kita bisa menambah kemampuan bahasa asing. But at the same time, it can get really handful. Nggak sedikit tugas review jurnal yang diberikan mendadak dengan bahasan yang cukup pelik. Ditambah jika tugas review jurnal harus diselesaikan dengan cara tulis tangan dan harus mengulas jurnal dengan total dua puluh halaman. Hmm, bisa dibayangkan, gimana menantangnya, kan?

Apakah review jurnal merupakan jalan satu-satunya untuk mengerti materi? Tentu saja tidak! Selalu ada jalan menuju Roma, terutama untuk belajar. “Kalau aku, lebih baik mahasiswa satu atau dua topik untuk dipelajari sebelum kelas lalu di kelas akan ada diskusi bareng,” saran Fakhira. Di sisi lain, Lily juga menyampaikan idenya, “menurutku, selain dengan review jurnal, kita juga bisa lebih memahami materi lewat video. Itu nggak bikin mengantuk dan lebih asyik,” saran cewek berkerudung ini. 

Communite, kalau cara kamu bagaimana? Share juga cara kamu ke teman-temanmu ya! [nis/vik/nad]


TIPS&TRICK ME-REVIEW JURNAL by Abdul Wahid, S. I. Kom., M.A.


Ada caranya nggak sih, agar mengulas jurnal tidak sesusah yang kita bayangkan? Chanell1.COMM berhasil mewawancarai Abdul Wahid, S. I. Kom.,  M.A. selaku dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Beliau memberikan sedikit saran mengenai tugas langganan mahasiswa yang satu ini. Yuk, disimak!



  1. First Thing First, Ada Niat dan Minat  “Niat tanpa minat itu percuma,” tegas beliau. Yup, menurut Pak Wahid, sapaan akrabnya di kalangan mahasiswa, ketika kita akan mengulas jurnal, yang harus ada di awal adalah niat dan minat. Jika hanya ada salah satunya, wah, bisa-bisa kita nggak mengerjakan sepenuhnya.
  2. Membaca Wajib Hukumnya  Untuk tips yang satu ini memang harus dilakukan. Nggak mungkin kita mengulas jurnal tanpa membacanya terlebih dahulu. Pola pikir membaca secara tidak utuh dari media sosial dan langsung mengambil kesimpulan pendek harus diubah. Menjadi jurnal harus dari abstraksi, membaca sejarah tentang persoalan yang diberikan, menyusun latar belakang, menyusun pembahasan, dan terakhir membuat kesimpulan. Tentunya, jangan lupa berikan rujukan sumbernya ya!
  3. Jangan Lupa Kaitkan dengan Dunia Sosial  Salah satu tujuan dari tugas review jurnal adalah agar mahasiswa paham akan materi yang diberikan. Untuk memudahkan kita dalam mengingat, Pak Wahid menyarankan agar materi yang dibahas di jurnal kita kaitkan dengan fenomena sehari-hari. Jangan sampai kita sudah lelah mengerjakan tapi malah tidak mengerti apa-apa ya Communite! 



Penulis:
Fikri Muhammad Nur
Latifah Hanum K.
Nada Salsabila

Penyunting:
Audrey Tiara Faddila
Athaya Nadjla A

Share this:

CONVERSATION

0 Comments:

Post a Comment